26 Jul 2010

COBAAN ADALAH JALAN MENUJU JANNAH (SURGA)

DSC00134
Ketahuilah wahai saudaraku!!!
Sesungguhnya berbagai wabah dan penyakit adalah termasuk diantara bentuk-bentuk cobaan Allah terhadap para hamba-Nya, sebagai ujian atas kesabaran dan keimanan mereka. Bahkan bagi orang yang memiliki pemahaman dan daya merenung yang tinggi, bisa menjadi kenikmatan besar yang yang wajib disyukuri.

Allah berfirman:
Al Baqarah 155-157

“ Dan sungguh akan kami kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.dan berikanlah berita gembira bagi orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan :”Innaa lillahi wa inna ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” [Al-Baqarah : 155-157]


Allahu Akbar!!!

Keutamaan apalagi yang lebih besar dari keutamaan shalawat, rahmat dan petunjuk Allah?
Dari Jabir bin Abdullah -radhiallahu anhuma- diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

يَوَدُّ أَهْلُ الْعَا فِيَةِ يَوْمَ الْقِيَا مَةِ حِيْنَ يُعْطَ أَهْلُ الْبَلَاَءِ الثَّوَابَ لَوْ أَنَّ جُلُوْ دَهُمْ كَاَنَتْ قُرِضَتْ فِي الدُّنْيَا بِاالْمَقَارِيضِ

“Saat orang-orang yang tertimpa musibah diberi pahala di hari kiamat nanti, orang-orang yang selamat dari berbagai musibah tersebut berharap seandainya dahulu di dunia kulit mereka dikerat dengan gergaji besi..” [diriwayatkan oleh At-Tirmidzi]

Dari Ibnu Mas’ud –radhiallahu anhu- diriwayatkan bahwa ia menceritakan : Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذٌى مِنْ مَرَضٍ فَمَ سِوَاهُ إلاَّ حَطَ اللهُ بِهِ سَيِّئَا تِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan Allah hapuskan berbagai kesalahannya, seperti sebuah pohon meruntuhkan daun-daunnya.” [diriwayatkan oleh Muslim]

Dari Abu Hurairah –radhiallahu anhu- diriwayatkan bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

مَا يَزَا لُ البَلاَءُ بِلْمُؤْمِنِ وَلْمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَا لِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

“Cobaan itu akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada diri anaknya, ataupun pada hartanya, sehingga ia bertemu kepada Allah tanpa dosa sedikitpun.” [diriwayatkan oleh At-Tirmidzi]

Ada seorang wanita datang menemui Nabi –shallallhu ‘alaihi wasallam-. Ia berkata: “Saya mengidap penyakit epilepsi dan bila penyalitku kambuh, pakaianku tersingkap. Berdoalah kepada Allah untuk diriku.” Rasulullah –shallallhu ‘alaihi wasalam- bersabda:

إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللهَ أَنْ يُعَا فِيَكِ

“Kalau engkau bersabar, engkau mendapatkan Jannah (surga). Tapi kalo engkau mau, aku akan mendoakan agar engkau sembuh.” Wanita itu berkata:” Aku bersabar saja...” [diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim]

Rasulullah –shallalhu ‘alaihi wasallam- pernah menemui Ummu As-Saa-ib. Beliau bertanya:

مَا لَكِ يَا أُمَّ السَّا ئِبِ أَوْ يَا أُمَّ الْمُسَيِّبِ ةُزَفْزِفِينَ قَالَتِ الْحُمَّى لاَبَارَكَ اللهُ فِيْهَا فَقَالَ لاَ ةَسُبِّي الْحُمَّى فَإِ نَّهَا تَذْ هِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ كَمَا يُذْ هِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ

“Kenapa engkau menggigil seperti itu wahai Ummu As-Saa-ib?” wanita itu menjawab:”Karena demam wahai Rasulullah, sungguh tidak ada berkahnya sama sekali.” Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:”Jangan engkau mengecam penyakit demam. Karena penyakit itu dapat menghapuskan dosa-dosa manusia seperti proses pembakaran menghilangkan noda pada besi.” [diriwayatkan oleh Muslim]

Ibnu Abi Ad-Dunya menceritakan: “Sesungguhnya para ulama dahulu mengharapkan dengan demam satu malam, untuk diampuni dosa-dosa mereka yang telah lampau.”

Saudaraku tercinta!

Kemungkinan engkau memiliki kedudukan di sisi Allah yang tidak dapat engkau capai dengan amal perbuatanmu semata. Allah akan terus menurunkan coabaan kepadamu dengan hikmah-Nya yang mungkin tidak engkau sukai, lalu Allah memberikan kesabaran kepadamu untuk menghadapinya sehingga engkau mencapai kedudukan tersebut.

Bila demikian, kenapa harus bersedih?

Disalin dengan sedikit perubahan dari buku “Berbahagialah wahai orang sakit” oleh Dr. Muhammad Al-Burkan, Penerebit Pustaka At-Tibyan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog Archive

Belajar Islam

Computer Tips & IT

Kesehatan