21 Jul 2010

SETIAP PENYAKIT ADA OBATNYA

Diantara rahmat Allah adalah bagaimanpun berat dan memayahkannya suatu penyakit, namun jika Allah hendak memberikan bagi seorang hamba, pasti si hamba akan diberikan kemudahan mendapatkan obat yang mujarab dan penyembuhan yang efektif.
Dari Abu Hurairah –radhiallahu anhu- diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

ماَ أَنْزلَ اللّهُ دَاءً إلاَّ أنْزَلَ لَهُ شِفاَءً

“Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti Allah akan menurunkan obatnya.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim]

Akan tetapi disamping taufiq dari Allah, kesembuhan itu harus memenuhi beberapa hal, diantaranya:

1. Bertawakkal secara baik kepada Allah, menyerahkan diri kepada Allah, dan bersangka baik terhadap-Nya.
Coba perhatikan kisah nabi, kekasih Allah, yang diabadikan dalam Al-Qur’an :

As-Syu'ara'-80

“Dan apabila aku sakit, maka Dia (Allah) yang akan memberikan kesembuhan...” [As-Syu’araa’ : 80].

Ketahuilah !!!

Penyembuh sesungguhnya hanyalah Allah, dan yang menghilangkan bala bencana hanyalah Allah semata.
Seorang ahli Ruqyah atau pengobatan dengan Ruqyah, Dokter, obat-obatan dan berbagai sarana lain terkadang dijadikan jalan oleh Allah untuk mempermudah kesembuhan. Maka hendaklah kita menjadikan ketawakkalan kita kepada Allah, kebergantungan kita kepada-Nya untuk memperoleh kemenangan berupa kesehatan dan keselamatan di dunia serta keselamatan dan kejayaan di akhirat kelak.
Kalau kita tertimpa musibah, hendaknya kita percaya kepada Allah dan bersikap ridha terhadap-Nya.
Yang menghilangkan musibah hanyalah Allah dan Allah itu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Allah tidak akan melakukan sesuatu dengan sia-sia. Allah juga Maha Penyayang, kasih sayang-Nya amat beragam. Setiap kali Allah menetapkan takdir, pastilah yang terbaik buat hamba-Nya. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

عَجِبْتُ لِلْمُؤمِن إنَّ الله عزّوجلّ لَمْ يَقْضِ قَضَاءً إلاَّكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Mukmin itu sungguh ajaib !! Sesungguhnya apabila Allah memutuskan suatu perkara, pasti akan menjadi kebaikan buat dirinya!!” [diriwayatkan oleh Ahmad]

2. Melakukan pengobatan dengan Ruqyah yang disyariatkan dari Kitabullah dan Sunnah Rasul.
Allah berfirman :
Al-Isra'-82

“Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman..” [Al-Israa’ : 82]

Dengan berkat kesembuhan yang akan Allah berikan , kita harus bertekad meruqyah diri kita dengan menggunakan Al-Qur’an dan cara-cara yang tercantum dalam hadist-hadist Nabi. Itu adalah kiat terbaik untuk menyembuhkan penyakit dan sekaligus menghilangkan musibah.

Contohnya dengan membaca surat Al-Fatihah, surat Al-Baqarah, surat Al-Ikhlas, dan muawwizatain (Al-Falaq dan An-Naas). Al-Qur’an sendiri seluruhnya adalah obat dan rahmat.

Diantara bentuk doa dan dzikir yang disebutkan dalam hadist-hadist yang ada misalnya;

Riwayat Aisyah –radhiallahu anha- bahwa dahulu apabila seseorang mengeluhkan sesuatu kepada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- atau bila orang tersebut terkena luka atau penyakit kulit, beliau akan melakukan sesuatu dengan jarinya. - Sufyan bin Uyainah, salah seorang perawi hadist ini, (mencontohkannya dengan) meletakkan jarinya di atas tanah kemudian mengangkatnya kembali – sambil berkata:

بِسْمِ الله, تُرْبَةُ أَرْضِنَا,بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا, يُشْفَي بِهِ سَقِيمُنَا بِإِ ذْنِ رَبِّنَا

“Bismillah, tanah yang berasal dari bumi kita, dengan siraman air sebagian dari kita, dan menjadi obat bagi penyakit sebagian dari kita, dengan izin Allah Rabb kita.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim]

Masih dari Aisyah –radhiallahu anha- diriwayatkan bahwa Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah menjenguk salah seorang istrinya yang sedang sakit. Beliau mengusapkan tangan kanannya –sambil mengucapkan:

اللهمَّ رَبَّ النَاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّا فِي لاَ شِفَاءَ إلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

“ya Allah Rabb sekalian manusia: Singkirkanlah penyakitnya, berikanlah kesembuhan. Sesungguhnya Engkau adalah Penyembuh, tidak ada kesembuhan melainkan dengan kehendak-Mu; kesembuhan yang tidak diiringi dengan penyakit lainnya.” [Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim]

Dari Utsman bin Al-Aash –radhiallahu anhu- diriwayatkan bahwa ia pernah mengeluhkan penyakitnya kepada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- , yaitu penyakit di tubuhnya. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

ضَعْ يَدَ كَ عَلَى الَّذِي تَألَّمَ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ بِسْمِ اللهِ ثَلاَثً, وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوْذُ بِااللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِ رُ

“Letakkan tanganmu di bagian tubuhmu yang sakit, lalu ucapkanlah: ‘Bismillah, bismillah, bismillah.’ Lalu ucapkan kalimat berikut tujuh kali :’Aku memohon perlindungan kepada Allah dengan Kemuliaan dan Kekuasaan-Nya, dari keburukan segala yang kudapatkan dan kukhawatirkan’.” [Diriwayatkan oleh Muslim]

Dari Ibnu Abbas –radhiallahu anhuma- diriwayakan bahwa Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

مَنْ عَادَ مَرِيْضًا لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَقَالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مَرَات: أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّالْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ, إِلَّا عَا فَاهُ اللهُ مِنْ ذَلِكَ الْمَرَضْ

“Barangsiapa menjenguk orang sakit sebelum saat kematiaannya, lalu mengucapkan doa berikut sebanyak tujuh kali,: ”Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, Rabb dari Arsy yang Agung pula, agar memberikan kesembuhan kepadamu,” pasti Allah akan memberikan kesembuhan kepadanya dari penyakitnya tersebut.” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi]

Dari Abu Said Al-Khudri –radhiallahu anhu- diriwayatkan bahwa Jibril pernah datang menjumpai Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- sambil bertanya: “Hai Muhammad, apakah engkau sedang sakit?” beliau menjawab:”Ya.” Jibril berkata:

بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ أَوْ حَاسِدٍ اللهُ يَشْفِيْكَ بِسْمِ اللهِ أرْقِيْكَ

“Dengan nama Allah Aku meruqyahmu dari segala penyakit yang mengganggumu dari kejahatan jiwa dan kejahatan kekuatan ‘ain dari orang-orang yang hasad. Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu. Dengan Nama Allah, aku meruqyahmu.” [Diriwayatkan oleh Muslim]

Dari Ibnu Abbas –radhiallahu anhuma- diriwayatkan Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- apabila tertimpa kesusahan, biasanya mengucapkan:

لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

“Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar kecuali Allah, yang Maha Lembut lagi Maha Agung. Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar kecuali Allah, Rabb dari Arsy yang agung. Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar kecuali Allah, Rabb dari seluruh langit dan bumi dan Rabb dari Arsy yang mulia.” [Diriwayatkan dari Al-Bukhari dan Muslim]

Dari Saad bin Abi Waqqash –radhiallahu anhu- diriwayatkan bahwa ia menceritakan; Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

دَعْوَةُ ذِي النُّوْنِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِيْ بَطْنِ الْحُو تِ, لاَ إِلَهَ إلاَّ أَنْتَ سُبْحَا نَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ, فَإِنَّهُ لَمْ يَدْ عُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِيْ شَيءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَا بَ اللهُ لَهُ

“Doa Dzun Nuun saat berada dalam perut ikan paus adalah sebagai berikut : ‘Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.’ Apabila sorang muslim mengucapkan doa tersebut dalam kesulitan apapun, pasti doanya itu akan dikabulkan.” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi]

Akan tetapi, seluruh doa dan ruqyah tersebut membutuhkan hati yang khusu’, penuh ketundukan lagi kejujuran, serta memiliki keyakinan yang tulus, bukan hanya dibaca berulang-ulang untuk sekedar mencoba-coba atau mengisi kekosongan belaka.

Disamping dari apa yang disebutkan di atas, berikut beberapa yang dapat dilakukan guna mengharapkan kesembuhan dari Allah Azza Wa Jalla :

1. Berdoa

Ketahuilah, sesungguhnya berdoa kepada Allah dan mengembalikan segalanya kepada Allah merupakan terapi yang terbaik. Bukankah doa adalah tujuan dan sasaran saat seseorang tertimpa musibah. Perhatikan firman Allah:
Al-An 'aam-42

“Kemudian kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk dan merendahkan diri...” [Al-An ‘aam : 42]

Cobalah menengadahkan tangan dan menitikkan air mata kita, menampakkan kelemahan dan rasa kebuthan kita kepada Allah.
Cobalah kita mengakui semua itu dan mengakui segala kelemahan diri kita, niscaya kita akan memperoleh keridhaan Allah dan diberi pertolongan dengan dihindarkan dari marabahaya.

2. Memanfaatkan Sholat

Allah berfirman:
Al-Baqarah-45

“Dan carilah pertolongan dengan kesabaran dan shalat...” [Al Baqarah : 45]

3. Memperbanyak sedekah

Dari Abu Umamah –radhiallahu anhu- diriwayatkan bahwa Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
“Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan bersedekah.” [Shahih Al-Jaami’]

4. Berobat dengan cara pengobatan yang diakui keberadaannya

Contohnya: mengkonsumsi madu, jintan hitam dan air Zam-zam, atau menggunakan metode bekam.

5. Menggunakan obat-obatan yang dihalalkan oleh Allah


Disalin dengan sedikit perubahan dari buku “Berbahagialah wahai orang sakit” oleh Dr. Muhammad Al-Burkan, Penerebit Pustaka At-Tibyan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog Archive

Recent Posts

Belajar Islam

Computer Tips & IT

Kesehatan